بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tanya Jawab

Fiqih Muslimah

Q
11 Sep 2026

Bismillah Afwan.... Ustadz, mau bertanya dan minta penjelasan Ustadz. Kita disuruh banyak berdzikir, Ana biasa melakukan Dzikir dengan pakai alat hitung, yg sehari bisa lebih 1.000 dengan berbagai bacaan Dzikir. Dengan berjalan waktu, Ana baca dibuku Ulama kalau Dzikir sebaiknya dihitung pakai jari. Ana coba Dzikir tanpa alat dan tidak dihitung pakai jari (jari Ana jadi pegal), Dzikir Ana jadi kurang... malah sedikit. Mohon penjelasan Ustadz, bagaimana sebaiknya. Jazaakallahu khayran

A

Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Waba'du, semoga Allah ﷻ senantiasa menjaga semangat antum dalam berdzikir dan memberikan keistiqomahan. Terkait kegelisahan yang antum rasakan mengenai penggunaan alat hitung dzikir versus menggunakan jari, berikut adalah uraian berdasarkan pandangan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan merujuk pada dalil-dalil yang shahih:

Keutamaan Berdzikir Menggunakan Jari-Jari Tangan

Para ulama sepakat bahwa berdzikir menggunakan jari-jari tangan, khususnya tangan kanan, adalah yang paling utama (afdhal). Hal ini dikarenakan jari-jari tersebut akan menjadi saksi di hadapan Allah ﷻ pada hari kiamat. Dari Yusairah  رضي الله عنها  seorang wanita Muhajirin ia berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«عَلَيْكُنَّ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّهْلِيلِ وَالتَّقْدِيسِ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْؤُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ»

“Hendaknya kalian (para wanita) senantiasa bertasbih (ucapan Subhanallah), bertahlil (ucapan Laa ilaha illallah), dan bertaqdis (ucapan Subhanal Malikil Quddus). Dan hitunglah dengan ruas-ruas jari, karena sesungguhnya jari-jari itu akan ditanya dan akan dijadikan berbicara (sebagai saksi pada hari kiamat).” 

(Sunan At-Tirmidhi, Jilid 5, Halaman 521, No. Hadits 3583; Sunan Abi Dawud, Jilid 2, Halaman 81, No. Hadits 1501. Hadits ini dinilai Hasan oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam kitab beliau Mishkatul Mashabih Jilid:1 Halaman: 720 Nomor Hadits:2316).

Dan dari Abdullah bin Amr رضي الله عنه  ia berkata:

«رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْقِدُ التَّسْبِيحَ بِيَمِينِهِ»

“Aku melihat Rasulullah ﷺ menghitung dzikirnya dengan tangan kanannya.” (Sunan Abi Dawud, Jilid 2, Halaman 81, No. Hadits 1502. Disahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud No. 1502).

Hukum Menggunakan Alat Hitung (Tasbih/ Counter) 

Terkait penggunaan alat hitung seperti biji-bijian atau alat hitung digital (counter), para ulama menjelaskan sebagai berikut:

  • Boleh (Mubah): Sebagian besar ulama, diantaranya Syeikh Sholeh Alfauzan di dalam kitabnya Al mulakhkhash Al fiqhi, membolehkannya sebagai alat bantu (sarana), terutama jika tujuannya adalah agar hitungan tidak kacau atau untuk membantu menjaga jumlah dzikir yang banyak (seperti ribuan kali)
  • Afdhal Jari: Tetap disepakati bahwa jari lebih utama. Namun, alat hitung tidaklah dilarang secara mutlak karena ia hanyalah sarana (wasilah), bukan tujuan ibadah itu sendiri.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa berdzikir dengan jari adalah Sunnah dan lebih utama, namun menggunakan biji-bijian (tasbih) adalah hal yang baik jika diniatkan untuk membantu ketepatan hitungan dan tidak dibarengi dengan sikap riya' (ingin dilihat orang).

Solusi untuk Masalah Antum

Masalah yang antum hadapi yaitu dzikir menjadi sedikit ketika tidak pakai alat karena jari pegal dapat diselesaikan dengan membagi porsi dzikir:

  1. Dzikir Muqayyad (Terikat Jumlah): Untuk dzikir yang jumlahnya sudah ditentukan syariat (seperti dzikir ba'da shalat 33x), sangat ditekankan menggunakan jari tangan kanan agar sesuai Sunnah.
  2. Dzikir Muthlaq (Umum/Ribuan Kali):Jika antum ingin berdzikir ribuan kali dalam sehari (seperti istighfar atau shalawat) dan merasa kesulitan/pegal jika menggunakan jari, maka tidak mengapa menggunakan alat hitung digital. Ini lebih baik daripada dzikir antum berkurang atau berhenti sama sekali. Atau antum berzikir saja sebanyak mungkin tanpa antum peduli sudah berapa jumlahnya.

Nasihat Tambahan

Nabi ﷺ sangat mencintai amalan yang rutin meskipun sedikit. Jika antum merasa jari pegal, cobalah melakukan dzikir secara bertahap. Namun, jika memang alat hitung digital membantu antum untuk tetap "basah" lidahnya dengan dzikir, maka gunakanlah.

Ingatlah hadits dari Aisyah رضي الله عنها Nabi ﷺ bersabda:

«أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ»

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin dilakukan meskipun sedikit.” (Shahih Al-Bukhari, Jilid 8, Halaman 98, No. 6465; Shahih Muslim, Jilid 1, Halaman 541, No. 783).

Boleh saja menggunakan alat hitung untuk dzikirdzikir yang jumlahnya besar agar target harian antum tercapai. Namun, luangkanlah waktu khususnya setelah shalat fardhu atau saat dzikir pagi-petang yang jumlahnya terbatas (seperti 10x atau 33x atau 100x) untuk menggunakan jari tangan kanan agar antum tetap mendapatkan keutamaan saksi dari jari-jari tersebut di hari kiamat.

 

Wallahu Ta'ala A'lam. 

Dijawab oleh: Ustadz Abu Thohir Jones Vendra, Lc., M.A.  ·  Pertanyaan dari: Hamba Allah

WhatsApp Telegram
← Semua Tanya Jawab