بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tanya Jawab

Aqidah dan Manhaj Muslimah

Q
23 Oct 2026

Assalamualaikum ustadz.. Ahsanallahu ilaykum Izin bertanya.. Apakah semua para malaikat juga mati nanti di hari kiamat? Barakallahu fiikum

A

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Ahsanallahu ilayna wa ilaykum, wa barakallahu fikum.

 

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menegaskan bahwa seluruh malaikat pada akhirnya akan mati, sehingga tidak ada satu pun makhluk yang tersisa hidup melainkan Allah ﷻ semata Dzat Yang Maha Hidup (Al-Hayyu) dan Maha Berdiri Sendiri (Al-Qayyum). Berdasarkan rincian dalil Al-Qur'an, hadits Nabi ﷺ, dan penjelasan para ulama salaf:

 

1. Dalil Al-Qur’an al-Karim

A. Kepunahan Seluruh Makhluk:

Allah ﷻ berfirman:

كُلُّ شَىْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُۥ ۚ لَهُ ٱلْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Segala sesuatu pasti akan binasa, kecuali Wajah-Nya (Allah ﷻ). Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qashash : 88).

 

Serta firman-Nya:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ۝ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ   رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ  وَٱلْإِكْرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu (Allah ﷻ) yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar-Rahman : 26–27).

 

Para malaikat adalah makhluk ciptaan Allah ﷻ yang berada di bawah cakupan lafaz umum ayat ini (kullu syai’in halik).

 

B. Peristiwa Tiupan Sangkakala Pembinasa (Nafkhatush-Sha’iq):

Allah ﷻ berfirman:

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ  فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى  ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ  أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌۭ يَنظُرُونَ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah (pingsan dan binasa) siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusan masing-masing).” (QS. Az-Zumar : 68).

 

Lafaz “siapa yang ada di langit” mencakup seluruh malaikat tanpa terkecuali.

 

2. Dalil Hadits-Hadits Shahih

A. Sifat Kekal Mutlak Hanya Milik Allah ﷻ:

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما, bahwa Nabi ﷺ senantiasa berdoa:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا،  أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ  يَقُولُ:أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الَّذِي لَا يَمُوتُ، وَالْجِنُّ  وَالإِنْسُ يَمُوتُون

“Dari sahabat Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما, bahwasanya Nabi ﷺ senantiasa mengucapkan (dalam doanya): ‘Aku berlindung dengan keperkasaan-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Engkau, Dzat Yang Tidak Akan Pernah Mati, sedangkan jin dan manusia semuanya akan mati’.”

(HR. Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Kitab at-Tauhid, Bab Qawlillahi Ta’ala wa Huwal-‘Azizul-Hakim, Jilid 9, hlm. 129, no. 7383; dan Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab adz-Dzikr wad-Du’a’ wat-Taubah, Bab at-Ta’awwudz min Syarri ma ‘Amila, Jilid 4, hlm. 2086, no. 2717).

 

B. Kesendirian Allah ﷻ Tatkala Seluruh Makhluk Telah Binasa:

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

«يَطْوِي اللَّهُ عَزَّ  وَجَلَّ السَّمَاوَاتِ  يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ  يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ  الْيُمْنَى، ثُمَّ يَقُولُ:  أَنَا الْمَلِكُ، أَيْنَ الْجَبَّارُونَ؟ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ؟ ثُمَّ يَطْوِي الْأَرَضِينَ  بِشِمَالِهِ، ثُمَّ يَقُولُ:  أَنَا الْمَلِكُ، أَيْنَ  الْجَبَّارُونَ؟ أَيْنَ   الْمُتَكَبِّرُونَ؟»

“Allah ‘Azza wa Jalla melipat langit-langit pada hari kiamat, kemudian mengambilnya dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman: ‘Akulah Maha Raja! Di manakah orang-orang yang berlaku sewenang-wenang? Di manakah orang-orang yang sombong?’ Kemudian Dia melipat bumi-bumi dengan tangan kiri-Nya, lalu berfirman: ‘Akulah Maha Raja! Di manakah orang-orang yang berlaku sewenang-wenang? Di manakah orang-orang yang sombong?’”
(HR. Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shifat al-Qiyamah wal-Jannah wan-Nar, Bab Shifat al-Qiyamah, Jilid 4, hlm. 2148, no. 2788).

 

Pada saat langit dan bumi dilipat tersebut, tidak ada lagi makhluk yang tersisa hidup, baik di langit maupun di bumi.

 

3. Makna Pengecualian dalam Firman Allah ﷻ: "Kecuali Siapa yang Dikehendaki Allah"

Mengenai kalimat pada Surah Az-Zumar ayat 68:

 إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ

“Kecuali siapa yang dikehendaki Allah”, para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa pengecualian tersebut adalah penundaan kematian, bukan berarti mereka kekal abadi selamanya.

Para mufasir menukilkan riwayat bahwa di antara yang ditunda kematiannya pada tiupan pertama adalah para malaikat agung pemikul ‘Arsy (Hamalatul ‘Arsy), Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, dan Malakul Maut. Namun setelah tiupan pertama mematikan seluruh penghuni langit dan bumi, Allah ﷻ memerintahkan kematian bagi mereka satu per satu, hingga malaikat terakhir yang dicabut nyawanya adalah Malakul Maut itu sendiri.

 

4. Penegasan Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah

 

  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله (w. 728 H) menegaskan:

“Pendapat yang dipegang oleh mayoritas kaum muslimin adalah bahwa seluruh makhluk akan mengalami kematian, hingga para malaikat, dan bahkan hingga Malakul Maut (malaikat pencabut nyawa).”

(Majmu’ al-Fatawa, Jilid 4, hlm. 259).

 

  • Al-Hafizh Ibnu Katsir رحمه الله (w. 774 H) menjelaskan:

“Kematian akibat tiupan sangkakala ini adalah kematian yang menimpa setiap makhluk yang hidup dari kalangan penghuni langit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian setelah itu makhluk yang tersisa pun akan mati, hingga yang paling terakhir mati adalah Malakul Maut, sehingga Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri (Allah ﷻ) menjadi satu-satunya Dzat yang kekal.”

(Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Jilid 7, hlm. 113).

 

Kesimpulan

Seluruh malaikat pasti akan mati. Sebagian malaikat agung memang ditunda sesaat kematiannya tatkala tiupan sangkakala pertama mengguncang alam semesta, namun pada akhirnya nyawa mereka semua tetap dicabut oleh Allah ﷻ, sehingga tercapailah hakikat firman-Nya:

لِّمَنِ ٱلْمُلْكُ ٱلْيَوْمَ ۖ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ

“Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.” (QS. Ghafir : 16).

 

Setelah itu, Allah ﷻ membangkitkan kembali Malaikat Israfil dan seluruh malaikat lainnya untuk menunaikan tugas pada tiupan kebangkitan (Nafkhatul Ba’ts).

 

Uraian ini juga telah kita uraikan panjang lebar dalam ebook : Dibalik Tabir Kematian https://telagailmu.com/ebook.php?id=28

 

Wallahu Ta’ala A’lam bish-Shawab.

 

Dijawab oleh: Ustadz Abu Thohir Jones Vendra, Lc., M.A.  ·  Pertanyaan dari: Rendi Apriyano

WhatsApp Telegram
← Semua Tanya Jawab