Aqidah dan Manhaj Fiqih
Assalamualaikum ustadz, ahsanallahu ilaykum.. Izin bertanya ustadz. Ustadz, saat kita berdialog berdakwah kepada orang kafir, termasuk juga atheis, bagaimana cara membuktikan argumentasi bahwa Islam lah satu-satunya agama yang benar dan layak patut untuk diikuti, Apakah perlu berdakwah seperti ahli kristologi yang dilakukan oleh Syaikh Ahmad Deedat dan Zakir Naik.. Bagaimana cara dakwah Rasulullah shalallahu alayhi wasallam kepada orang kafir??
Berdakwah kepada orang kafir, termasuk ateis, adalah tugas mulia yang memerlukan hikmah (kebijaksanaan), ilmu, dan kesabaran. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah merumuskan kaidah-kaidah dakwah berdasarkan manhaj para Nabi.
Berikut adalah uraian mengenai strategi argumentasi, metode perbandingan agama, dan teladan Rasulullah ﷺ:
Untuk membuktikan kebenaran Islam kepada akal manusia (terutama ateis dan orang kafir), kita menggunakan tiga pilar utama:
Bagi ateis, kita mulai dengan membuktikan adanya Pencipta melalui hukum kausalitas (sebab-akibat). Mustahil alam semesta yang teratur ini ada tanpa pencipta.
Allah ﷻ berfirman:
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ
"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?" (Al-Qur’anul Karim, Surah At-Thur : 35)
Buktikan bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah melalui:
Tunjukkan bahwa Islam mengatur segala aspek hidup dari urusan kamar mandi hingga kenegaraan secara adil dan masuk akal, yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.
Metode Syaikh Ahmad Deedat dan Dr. Zakir Naik disebut sebagai metode Al-Mujadalah (Debat/Diskusi) atau Perbandingan Agama.
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَن
"...dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (Al-Qur’anul Karim, Surah An-Nahl : 125)
Metode Rasulullah ﷺ adalah standar tertinggi dalam dakwah. Berikut rinciannya:
Fokus utama Nabi ﷺ adalah memperbaiki akidah. Beliau tidak mulai dengan membahas hukum haramnya khamr atau zina, tapi mulai dengan mengenalkan siapa Pencipta.
Dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, ketika Nabi ﷺ mengutus Muadz bin Jabal رضي الله عنه ke Yaman, beliau bersabda:
«إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ»
"Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari Ahli Kitab, maka hendaknya hal pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah kesaksian bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah."(Kitab: Shahih Al-Bukhari, Jilid 2, Halaman 108, No. 1458; Shahih Muslim, Jilid 1, Halaman 50, No. 19)
Banyak orang kafir masuk Islam bukan karena debat, tapi karena melihat kejujuran, kedermawanan, dan kasih sayang Nabi ﷺ. Beliau ﷺ bersabda:
«إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ»
"Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
(Musnad Ahmad, Jilid 14, Halaman 512, No. 8952. Hadits ini dinilai SHAHIH dalam kitab As-Silsilah As-Shahihah, Jilid 1, Halaman 112, No. 45.
Nabi ﷺ berdakwah dengan Basyiran (kabar gembira surga) dan Nadziran (peringatan neraka). Beliau tidak hanya menakut-nakuti, tapi memberikan harapan.
Rasulullah ﷺ sangat lembut kepada orang yang baru mengenal Islam atau orang yang memiliki pengaruh di kaumnya. Beliau ﷺ bersabda:
«يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا»
"Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari (menjauh)."
(Kitab: Shahih Al-Bukhari, Jilid 1, Halaman 27, No. 69; Shahih Muslim, Jilid 3, Halaman 1358, No. 1734)
Kesimpulan:
Wallahu Ta'ala A'lam. Semoga Allah ﷻ memberkahi lisan dan langkah dakwah Antum.
Dijawab oleh: Ustadz Abu Thohir Jones Vendra, Lc., M.A. · Pertanyaan dari: Hamba Allah