بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tanya Jawab

Aqidah dan Manhaj Fiqih

Q
23 Oct 2026

Assalamualaikum ustadz, ahsanallahu ilaykum.. Izin bertanya ustadz. Ustadz, saat kita berdialog berdakwah kepada orang kafir, termasuk juga atheis, bagaimana cara membuktikan argumentasi bahwa Islam lah satu-satunya agama yang benar dan layak patut untuk diikuti, Apakah perlu berdakwah seperti ahli kristologi yang dilakukan oleh Syaikh Ahmad Deedat dan Zakir Naik.. Bagaimana cara dakwah Rasulullah shalallahu alayhi wasallam kepada orang kafir??

A

Berdakwah kepada orang kafir, termasuk ateis, adalah tugas mulia yang memerlukan hikmah (kebijaksanaan), ilmu, dan kesabaran. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah merumuskan kaidah-kaidah dakwah berdasarkan manhaj para Nabi.

 

Berikut adalah uraian mengenai strategi argumentasi, metode perbandingan agama, dan teladan Rasulullah ﷺ:

 

1. Cara Membuktikan Islam adalah Satu-satunya Agama yang Benar

Untuk membuktikan kebenaran Islam kepada akal manusia (terutama ateis dan orang kafir), kita menggunakan tiga pilar utama:

 

A. Dalil Fitrah dan Aql (Logika)

Bagi ateis, kita mulai dengan membuktikan adanya Pencipta melalui hukum kausalitas (sebab-akibat). Mustahil alam semesta yang teratur ini ada tanpa pencipta.

Allah ﷻ berfirman:

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?" (Al-Qur’anul Karim, Surah At-Thur : 35)

 

B. Al-I’jaz (Kemukjizatan) Al-Qur'an

Buktikan bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah melalui:

  • Tantangan (Al-Tahaddi): Tantangan Allah ﷻ kepada manusia untuk membuat satu surah yang semisal (QS. Al-Baqarah: 23).
  • Keakuratan Ilmiah & Historis: Informasi tentang janin, gunung, dan sejarah masa lalu yang tidak mungkin diketahui manusia abad masa itu.
  • Keaslian (Autentisitas): Satu-satunya kitab suci yang dihafal jutaan orang dan tidak berubah satu huruf pun selama lebih 1.400 tahun.

 

C. Kesempurnaan Syariat

Tunjukkan bahwa Islam mengatur segala aspek hidup dari urusan kamar mandi hingga kenegaraan secara adil dan masuk akal, yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.

 

2. Apakah Perlu Metode Kristologi (Ahmad Deedat & Zakir Naik)?

Metode Syaikh Ahmad Deedat dan Dr. Zakir Naik disebut sebagai metode Al-Mujadalah (Debat/Diskusi) atau Perbandingan Agama.

  • Hukumnya: Ulama membolehkan metode ini bagi mereka yang memiliki ilmu yang sangat dalam tentang Islam dan kitab suci agama lain. Tujuannya adalah untuk menghancurkan syubhat (keraguan) dan menunjukkan kebenaran Islam di atas agama lain.
  • Kebutuhannya: Metode ini sangat efektif untuk orang yang sangat fanatik dengan agamanya atau orang yang suka berdiskusi logika. Namun, metode ini bukanlah satu-satunya cara dan bukan cara utama untuk semua orang.
  • Peringatan: Bagi orang awam, tidak disarankan langsung menggunakan metode debat karena dapat menimbulkan permusuhan jika tidak dibarengi dengan akhlak yang mulia.  Allah ﷻ berfirman:
    وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَن

    "...dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." (Al-Qur’anul Karim, Surah An-Nahl : 125)

 

 

3. Bagaimana Cara Dakwah Rasulullah ﷺ kepada Orang Kafir?

Metode Rasulullah ﷺ adalah standar tertinggi dalam dakwah. Berikut rinciannya:

 

A. Memulai dengan Tauhid (Mengesakan Allah)

Fokus utama Nabi ﷺ adalah memperbaiki akidah. Beliau tidak mulai dengan membahas hukum haramnya khamr atau zina, tapi mulai dengan mengenalkan siapa Pencipta.

 

Dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, ketika Nabi ﷺ mengutus Muadz bin Jabal رضي الله عنه ke Yaman, beliau bersabda:

«إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ»

"Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari Ahli Kitab, maka hendaknya hal pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah kesaksian bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah."(Kitab: Shahih Al-Bukhari, Jilid 2, Halaman 108, No. 1458; Shahih Muslim, Jilid 1, Halaman 50, No. 19)

 

 

B. Menunjukkan Akhlak Mulia (Al-Qudwah al-Hasanah)

Banyak orang kafir masuk Islam bukan karena debat, tapi karena melihat kejujuran, kedermawanan, dan kasih sayang Nabi ﷺ. Beliau ﷺ bersabda:

«إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ»

"Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." 
(Musnad Ahmad, Jilid 14, Halaman 512, No. 8952. Hadits ini dinilai SHAHIH dalam kitab As-Silsilah As-Shahihah, Jilid 1, Halaman 112, No. 45.

 

C. Memberikan Kabar Gembira dan Peringatan

Nabi ﷺ berdakwah dengan Basyiran (kabar gembira surga) dan Nadziran (peringatan neraka). Beliau tidak hanya menakut-nakuti, tapi memberikan harapan.

 

D. Memperhatikan Kondisi Objek Dakwah (Mura'atu al-Mu'allafah)

Rasulullah ﷺ sangat lembut kepada orang yang baru mengenal Islam atau orang yang memiliki pengaruh di kaumnya. Beliau ﷺ bersabda:

«يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا»

"Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari (menjauh)."
(Kitab: Shahih Al-Bukhari, Jilid 1, Halaman 27, No. 69; Shahih Muslim, Jilid 3, Halaman 1358, No. 1734)

 

Kesimpulan:

  1. Jika berhadapan dengan Ateis: Gunakan argumen akal (logika penciptaan) dan kemukjizatan ilmiah Al-Qur'an.
  2. Jika berhadapan dengan Ahli Kitab (Kristen/Yahudi): Antum boleh menggunakan metode perbandingan agama jika antum sudah menguasai ilmunya, namun tetap kedepankan akhlak.
  3. Senjata Utama: Jadilah Muslim yang jujur dan baik akhlaknya. Seringkali satu perbuatan baik lebih berkesan daripada seribu kata-kata debat.
  4. Hidayah di Tangan Allah: Tugas kita hanyalah menyampaikan (Balagh), sedangkan yang membolak-balikkan hati hanyalah Allah ﷻ.

 

Wallahu Ta'ala A'lam. Semoga Allah ﷻ memberkahi lisan dan langkah dakwah Antum.

 

Dijawab oleh: Ustadz Abu Thohir Jones Vendra, Lc., M.A.  ·  Pertanyaan dari: Hamba Allah

WhatsApp Telegram
← Semua Tanya Jawab