Fiqih Hadits 12 Sep 2026
Islam adalah agama yang penuh dengan kemudahan. Allah ﷻ tidak membebani hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam menghafal Al-Qur'an atau keterbatasan waktu dalam beramal, Nabi ﷺ telah membukakan pintu-pintu dzikir yang sangat ringkas namun memiliki timbangan pahala yang memenuhi langit dan bumi.
Terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa رضي الله عنه, ia menceritakan bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ. Hal ini menunjukkan betapa para sahabat رضي الله عنهم sangat antusias dalam mencari kebaikan meskipun mereka memiliki keterbatasan.
Laki-laki itu berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mampu menghafal sedikitpun dari Al-Qur'an, maka ajarkanlah kepadaku sesuatu yang mencukupiku darinya (sebagai pengganti bacaan Al-Qur'an itu)."
Maka Nabi ﷺ mengajarkan kalimat-kalimat yang merupakan kunci segala kebaikan.
Nabi ﷺ memerintahkan laki-laki tersebut untuk mengucapkan:
«سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ»
"Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Kalimat-kalimat ini disebut oleh para ulama sebagai Al-Baqiyat ash-Shalihat (amal-amal kekal yang shalih).
Setelah mendengar dzikir tersebut, laki-laki itu berkata:"Wahai Rasulullah, ini semua untuk Allah ﷻ, lalu apa yang untukku (doa untuk kepentinganku)?"
Nabi ﷺ kemudian bersabda: "Ucapkanlah:
«اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي»
"Ya Allah, rahmatilah aku, berilah aku rezeki, berilah aku kesehatan (kesejahteraan), dan berilah aku petunjuk."
Empat permohonan ini telah mencakup seluruh kebutuhan seorang hamba di dunia dan di akhirat:
• Rahmat: Kunci masuk surga.
• Rezeki: Penopang kehidupan dunia.
• 'Afiyah: Keselamatan agama dan raga dari bencana.
• Hidayah: Agar tetap istiqomah di jalan yang lurus.
Ketika laki-laki itu pergi, ia menggenggam kedua tangannya (sebagai isyarat kuatnya komitmen untuk mengamalkannya). Melihat hal itu,
Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَمَّا هَذَا فَقَدْ مَلأَ يَدَهُ مِنَ الْخَيْرِ»
"Adapun orang ini, maka sungguh ia telah memenuhi kedua tangannya dengan kebaikan."
Hadits ini merupakan dalil bagi siapa saja yang merasa berat dalam beramal atau merasa sedikit hafalannya, bahwa pintu kebaikan tidak pernah tertutup.
(Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan-nya. Jilid:1 Halaman: 220.Nomor Hadits: 832. Hadits ini dinilai HASAN oleh Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam kitab beliau:Shahih Sunan Abi Dawud Nomor Hadits: 832).
Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa "memenuhi tangan dengan kebaikan" dalam waktu kurang dari satu menit ini adalah bukti betapa murahnya Allah ﷻ kepada hamba-Nya. Hanya dengan beberapa kalimat yang ringan di lisan, seorang Muslim telah mendapatkan pujian untuk Allah ﷻ sekaligus permohonan yang komprehensif untuk keselamatan dirinya.
Mari kita dawamkan (rutinkan) dzikir dan doa ini, terutama saat kita merasa lelah atau memiliki waktu yang sempit, agar tangan kita senantiasa penuh dengan keberkahan dari Allah ﷻ.
Wallahu Ta'ala A'lam.