بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Keutamaan Dakwah di Jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Kontribusi Kolektif Umat Islam

Aqidah   26 Jun 2026

Dakwah merupakan poros utama dalam tegaknya syariat Islam di muka bumi. Secara bahasa, dakwah berarti mengajak atau menyeru. Dalam istilah syar'i, dakwah adalah menyeru manusia untuk beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Dakwah merupakan warisan para Nabi yang menjadi tanggung jawab setiap individu Muslim sesuai dengan kapasitasnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan kedudukan yang paling mulia bagi mereka yang menyibukkan diri dalam aktivitas dakwah.

 

Allah ﷻ berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?'"
(Surah Fussilat : Ayat 33)

 

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan besarnya pahala bagi siapa saja yang menjadi sebab hidayahnya seseorang melalui dalil-dalil berikut:

1. Hidayah Lebih Berharga daripada Harta Dunia

Dari Sahl bin Sa’d Radhiallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

فَوَاللَّهِ لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ

"Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan hidayah kepada satu orang saja melalui perantaraanmu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta paling berharga)."
(Dikeluarkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitabnya, Shahih al-Bukhari, Jilid 5, Halaman 76, Nomor 3701; dan Imam Muslim dalam kitabnya, Shahih Muslim, Jilid 4, Halaman 1872, Nomor 2406)

 

2. Aliran Pahala yang Terus Mengalir

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

"Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun."
(Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya, Shahih Muslim, Jilid 4, Halaman 2060, Nomor 2674)

 

3. Keutamaan Menunjukkan Kebaikan

Dari Abu Mas'ud al-Anshari Radhiallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya."
(Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya, Shahih Muslim, Jilid 3, Halaman 1506, Nomor 1893)

 

Syarat Kontribusi: Membekali Diri dengan Ilmu

Kontribusi utama seorang Muslim dalam dakwah harus didasari oleh ilmu syar'i agar tidak tersesat dan menyesatkan.

 

Dari Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim."
(Dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah dalam kitabnya, Sunan Ibnu Majah, Jilid 1, Halaman 81, Nomor 224. Syekh al-Albani mengatakan hadits ini Shahih dalam Kitab Shahih Sunan Ibnu Majah, Jilid 1, Halaman 44, Nomor 183)

 

Bentuk Kontribusi Muslim dalam Dakwah

Setiap Muslim memiliki ruang kontribusi berdasarkan kemampuan yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan:

1. Kontribusi Lisan dan Tulisan: Menyampaikan kebenaran dengan ilmu,

 

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

"Katakanlah (Muhammad): 'Inilah jalanku (agamaku), aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan bashirah (ilmu yang nyata), Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik'."
(Surah Yusuf : Ayat 108)

 

2. Kontribusi Harta: Mendukung pendanaan sarana dakwah, penyebaran kitab ulama, dan membantu para penuntut ilmu.

3. Kontribusi Akhlak (Al-Qudwah): Menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat. Hal ini merupakan dakwah yang sangat efektif dalam menunjukkan keindahan Islam.

Maka dakwah adalah tugas mulia yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kontribusi seorang Muslim dalam jalan ini diukur dari kesungguhannya dalam menuntut ilmu dan keikhlasannya dalam mengajak manusia kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para Sahabat Radhiallahu 'anhum, maka dakwah  harus bertujuan untuk memurnikan amalan umat di atas petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ditulis oleh Ustadz Abu Thohir Jones Vendra, Lc., M.A. ← Kembali ke Artikel