Aqidah Fiqih 29 Jun 2026
Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan fisik melintasi batas negara, melainkan sebuah perjalanan ruhani menuju pusat tauhid, Baitullah al-Haram. Dalam setiap langkah Talbiyah, terkandung kerinduan seorang hamba untuk kembali fitrah dan mendapatkan ampunan dari Rabb semesta alam. Umrah adalah momen di mana dunia ditinggalkan di belakang punggung, dan wajah ditundukkan dengan penuh harap di hadapan Sang Pencipta.
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk menyempurnakan ibadah ini semata-mata karena-Nya.
Allah ﷻ berfirman:
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”
(Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah : Ayat 196)
Ayat ini menegaskan bahwa keikhlasan merupakan ruh dari ibadah umrah. Tanpa keikhlasan, sebuah perjalanan hanya akan menjadi wisata raga tanpa makna ukhrawi.
Umrah berfungsi sebagai pembersih jiwa dari noda kemaksiatan yang dilakukan di antara satu umrah ke umrah berikutnya.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
«الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ»
“Antara umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.”
(Riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Jilid 3, Halaman 2, Nomor 1773; dan Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Jilid 2, Halaman 983, Nomor 1349).
Ibadah umrah yang dilakukan secara beriringan dengan haji dijanjikan akan melapangkan rezeki dan membersihkan jiwa seperti besi yang dibersihkan dari karatnya.
Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
«تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ»
“Ikutkanlah (iringilah) antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup api menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak."
(Riwayat Imam at-Tirmidzi dalam Sunan at-Tirmidzi, Jilid 3, Halaman 167, Nomor 810; dan Imam an-Nasa'i dalam Sunan an-Nasa'i, Jilid 5, Halaman 115, Nomor 2631. Syekh al-Albani menyatakan hadits ini Shahih dalam kitab Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, Jilid 3, Halaman 195, Nomor 1200).
Kemuliaan umrah akan berlipat ganda apabila dilaksanakan di bulan suci Ramadhan.
Dari Abdullah bin Abbas Radhiallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
«فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي، فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً»
“Jika datang bulan Ramadhan, maka berumrahlah, karena umrah di dalamnya senilai dengan ibadah haji.”
(Riwayat Imam al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari, Jilid 3, Halaman 5, Nomor 1782; dan Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Jilid 2, Halaman 918, Nomor 1256. Dalam riwayat lain disebutkan: "Senilai dengan haji bersamaku.")
Bagi mereka yang tidak memiliki kewajiban memanggul senjata, umrah dan haji adalah bentuk jihad mereka yang paling utama.
Dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu 'anha, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, apakah bagi wanita ada kewajiban jihad?" Beliau menjawab:
«نَعَمْ، عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ: الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ»
“Ya, bagi mereka ada jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah.”
(Riwayat Imam Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, Jilid 2, Halaman 968, Nomor 2901; dan Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad, Jilid 40, Halaman 456, Nomor 24376. Syekh al-Albani: menyatakan hadits ini Shahih dalam kitab Shahih Sunan Ibnu Majah, Jilid 2, Halaman 155, Nomor 2342)
Ibadah umrah tidak akan memberikan dampak yang menggugah jiwa kecuali jika dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Umrah yang mabrur adalah umrah yang jauh dari praktik bid'ah, khurafat, dan kesyirikan. Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam kitabnya Manasik al-Hajj wa al-’Umrah fi al-Kitab wa al-Sunnah wa Atsar al-Salaf Halaman 42, menekankan bahwa keindahan umrah terletak pada sejauh mana seorang hamba mampu meneladani perbuatan dan doa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam saat melakukan Thawaf dan Sa'i.
Keutamaan umrah adalah rahmat yang luas bagi hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia adalah penghapus kemiskinan harta dan kemiskinan jiwa. Namun, lebih dari itu, umrah adalah momen pertemuan antara kehambaan yang paling rendah dengan Kemahakuasaan Allah yang paling tinggi.
Marilah kita persiapkan perjalanan suci ini dengan ilmu yang benar sebelum harta yang melimpah. Sebab, harta hanya akan membawa kita sampai ke tanah suci, namun ilmu dan keikhlasanlah yang akan membawa amalan kita sampai ke Arsy Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memanggil kita semua untuk segera bersimpuh di hadapan Ka'bah-Nya dalam keadaan yang paling dicintai-Nya.